Taksu yang kian MEMUDAR

Belakangan ini marak sekali adanya aksi pencurian “pretima” atau pelinggih yang ada di setiap pura-pura di denpasar khususnya. Sungguh hal yang sangat tidak mengenakkan untuk di dengar , hampir setiap pagi saya membaca di media masa (read : koran) ,yang memberitakan makin maraknya aksi pencurian tersebut.Sebegitu tidak amankah pura sekarang . apakah mereka yang mencuri benda suci itu tidak takut dengan neraka paling bawah, dan tidak itu saja yang lebih parah kotak sesari atau sumbangan sering raib oleh tangan-tangan jahil. hal itu yang pernah terjadi di ” pura penataran agung ” di nusa penida ,dan yang menjadi tersangka katanya orang dalam . apakah dia lupa semua yang dia punya sekarang adalah pinjaman .

Saya masih bingung kenapa sang pencuri dengan nekatnya mencuri barang seperti itu,apakah sebegitu melaratnya kita sampai mencuri benda-benda seperti itu .

saya jadi teringat dengan cerita kenapa pretima di pura saya bisa berwarna hitam dan agak usang .begini ceritanya :

Dulu katanya juga ney,pretima di pura saya sempet di curi oleh desa sebrang yang terkenal dengan aksi mencurinya sama seperti bajak laut,hhuhh. dan bahkan katanya juga kalau tidak mencuri pasti tidak apdol bahkan diwajib kan,kok bisa gitu ya ?? ,lanjut setelah dicuri semua pretima di tempatkan di atas pahe atau di atas tungku tempat memasak,karena itu yang menyebabkan menghitam ,terus selang beberapa saat kejadian aneh mulai muncul .Semua keluarga percuri tersebut terserang penyakit aneh , dan akhirnya meninggal sekeluarga . Lalu pretima yang telah dicuri di kembalikan oleh warga desa sebrang dengan acara ngidih pelih atau minta maaf .

Saya harap aksi pencurian ini segera berahir seperti kelangkaan BBM (lho kok ke BBm) ,dan bagi pencuri-pencuri yang budiman lebih baik engkau kembalikan barang yang bukan mulik anda . karena sang yang ada di neraka sudah mencenteng nama anda dari list nya .dan bila saat itu tiba bersiaplah untuk mendapat bingkisan.

Iklan

24 Komentar »

  1. Agus Sanjaya Said:

    pertamax yah? udah ada nih skr 😀 mudah2an gak langka lagi BBM di Denpasar… mungkin mereka sudah bener2 gak ada cara untuk mencari uang lagi jadi mereka menghalalkan segala cara… mudah2an mereka dicerahkan kembali pemikirannya…

  2. Arie Said:

    Semua sudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, dan semua alasan selalu saja mengacu pada himpitan ekonomi, ekonomi kita yang benar benar parah, atau moral kita yang sudah sakit *speechless*

  3. halo salam kenal karena ga ada SB saya komen disini 🙂 oh iya tuker link ya saya juga dari bali 🙂 linknya dah saya pasang di blog saya 🙂 suksma.
    komen tentang postingan ini:
    kalau masih menyandang nama orang bali tidak akan melakukan hal seperti itu, tapi kalau sudah tidak merasa oang bali nah ini yang perlu diwaspadai.

  4. anton Said:

    biar aja, bli. mrk masuk neraka sama barang curiannya. 😀 biar nanti neraka penuh. jd kita ga bs dpt tempat di sana. 😀

  5. ekads Said:

    pertanda kiamat sudah dekat kali bro….

  6. ridu Said:

    wuidih.. parah juga yah.. gak takut neraka juga apa yah mereka.. hmm.. mereka lebih memikirkan urusan perut gak memikirkan dosa..

  7. paramarta Said:

    bingkisannya palu godam 😆

  8. Ina Said:

    Parah juga yach…! 😦

    semoga nda berkepanjangan dech.

  9. hanggadamai Said:

    maling maling maling
    *ngejar malingnya*
    *00t mode on*

  10. devari Said:

    namanya maling sama saja. ga pikir benda suci/keramat.

  11. Febra Said:

    gara-gara desakan ekonomi, segala cara dilakukan banyak orang..semoga kita ga termasuk golongan itu kelak…amiin

  12. yAnstOne Said:

    Kalau masalah orang mencuri dia nggak pandang itu barang keramat,
    yang penting bisa ditukar sama uang dan untuk kebutuhan seharinya,karena desakan ekonomi kita yang,,,,,,hancur,karena permainan orang2 atas,dan orang yang kerjanya nyuri-barang ini,,,,otaknya kurang,,,intelek,krn pendidikan dikita masih kurang/belum merata,,,dan tidak ada pekerjaan yang halal,,,,nggak pandang karma,,, yg penting perut terisi,,,,orang mencuri karena masalah perut,,,,,eh maaf kepanjangaaaaaaaan,,,,

  13. Ady Gondronk Said:

    Himpitan ekonomi membutakan mata seseorang untuk menuju jalan Sorga..wuekekekek.

  14. winyo Said:

    himpitan ekonomi memang berat jendral … saya sebagai anak petani merasakan hal yang sama. desa saya juga udah beberapa kali kena kasus pencurian ini. dasar maling gebleg …

  15. olangbiaca Said:

    Kok mau-maunya ya orang nyuri di tempat2 spt itu, nggak di laporkan ke polisi kawan ?

  16. baliazura Said:

    jaman kaliyuga.. memang memprihatinkan bli’
    penipuan berkedok kemanusiaan, agama pun juga marak
    *geleng-geleng*

  17. ick Said:

    tuh..pencuri budiman…baca postingan diatas….
    kalau mau nyolong harus tau desa kala patra…ntar tulah…kan begitu bli?

    dan kalau bisa, minta ijin dulu ama pecalang or aparat desa setempat, biar yang punya pretima ndak paling nyarinya….

    itu baru pencuri yang budiman….

  18. sef Said:

    Kalo di dunia ini ngga ada pencuri pasti ngga seru… tapi kalo semua pencuri insaf, bakal lebih seru lagi tuh…

  19. suryacx Said:

    itu udah kebangetan…….

    walau saya bukan orang hindu, stidaknya saya tau, klo itu sakral bagi orang hindu……….

    orang yang nyuri slaen kna hukum penjara, kna hukum adat aja sekalian……….

  20. walah… masa tempat ibadah juga ada pencurinya

  21. Labyrinth™ Said:

    Ngak ada hal laen yang di curi apa..???

    Vas bunga gitu di restoran 😀
    [malah ngasi ide]

  22. Artana Said:

    Kalau sudah perut lapar, dosa-dosa tidak lagi dipedulikan.
    Sungguh menyedihkan!

  23. hilda Said:

    sebenernya barang-barang yg dicuri tadi itu kek gimana sih? terbuat dari apa?

  24. aRya Said:

    @aLL ;:::thx udah komen,dan semoga hal ini (read:maling) tidak berlanjut lagi.amin……….


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: